Saya akan membagikan sedikit tips bagi anda untuk menyembunyikan file rahasia anda ke dalam sebuah file gambar.
Sebelumnya pastikan bahwa komputer anda telah terinstall WinRar.
Langkah 1 :
Kumpulkan file-file anda yang ingin di sembunyikan dan compress jadi satu dengan menggunakan Winrar.
Misalkan beri nama filerahasia.rar
Langkah 2 :
Siapkan sebuah file gambar (.jpg).
Misalkan beri nama gambar.jpg
Langkah 3 :
Letakkan kedua file tersebut ( File gambar.jpg dan filerahasia.rar )dalam sebuah directory yang sama.
misalkan Drive c:
Langkah 4 :
Buka command prompt dan ketikkan :
c:\>copy /b gambar.jpg+filerahasia.rar hasil.jpg
Langkah 5 :
Setelah itu akan tercipta sebuah file baru dengan nama hasil.jpg.
Coba anda buka file hasil.jpg.
Sekilas tidak akan ada bedanya dengan file gambar.jpg milik anda kecuali ukuran filenya yang bertambah besar.
Anda tetap bisa membuka file tersebut dengan Picture Editor atau Image Viewer anda.
Tidak ada tanda-tanda bahwa sebenarnya ada sebuah file rahasia didalamnya.
Langkah 6 :
Bagaimana cara membuka file rahasia anda?
Klik kanan pada file hasil.jpg lalu pilihlah [Open With] –> [Choose Program..]. Pilihlah WinRar lalu klik [OK].
Anda akan bisa melihat file rahasia anda dan bisa mengextract seperti biasanya.
Sunday, November 30, 2008
Thursday, November 27, 2008
Sayakah Pahlawan itu?
Lukisan itu indah sekali. Sebuah pemandangan heroik pasukan berkuda yang tengah berbaris kokoh. Kuda-kudanya berdiri gagah dan berbaris rapi ditunggangi prajurit-prajurit dengan mata tajam penuh semangat, kepulan debu padang pasir dan warna jingga langit senja yang berawan tipis menambah hidup sang lukiskan. Satu kuda di depan barisan itu nampak berbeda dari yang lainnya, lebih gagah dan lebih indah aksesorinya. Tetapi anehnya, kuda itu tidak ada penunggangnya. Di bawah lukisan itu tertulis sebuah pertanyaan dalam bahasa arab, mataa jaa-a Shalahuddin? yang berati kapan Shalahuddin datang?
Saya tidak melihat lukisan yang dipamerkan di sebuah festival di Kuwait itu, tapi kira-kira seperti itulah Dr. Thariq Suaidan menggambarkan lukisan itu dalam sebuah acara yang diliput channel Iqra, Saudi Arabia. "Kalaam faarig!" (omong kosong!) Dr. Suaidan menanggapi lukisan yang digambarkannya itu. "Para pahlawan seperti Shalahuddin bukan untuk dinanti, tapi harus dilahirkan," sambungnya.
Saya lalu teringat pada buku Anis Matta, Mencari Pahlawan Indonesia. Semangat buku itu sama dengan semangat tanggapan Dr. Suaidan terhadap lukisan tadi. Bahwa pahlawan itu tidak diturunkan dari langit yang tinggal kita tunggu saja. Lalu saya pun meraba diri, sayakah pahlawan itu? Seketika, kesadaran memberikan gambaran yang sangat jelas tentang begitu banyaknya kekurangan saya, sekaligus gambaran betapa berat dan panjangnya jalan menuju kejayaan. Hingga kemenangan itu semakin sulit dirasionalkan. Semua kondisi sulit ini hampir menjawab pertanyaan saya, bahwa saya bukanlah pahlawan itu. Tapi kata Anis Matta, pahlawan juga manusia biasa. Saya sedikit terhibur.
Jika kehadiran pahlawan itu bukan sesuatu yang cukup dinantikan tapi harus dilahirkan, saya berpikir apa yang bisa diperbuat untuk menghadirkan pahlawan oleh orang-orang biasa seperti saya, seorang karyawan? Atau ibu saya, seorang ibu rumah tangga? Atau adik-kakak saya, yang bukan orang yang memiliki posisi penting?
Kemudian saya kembali bertanya, mungkinkah saya pahlawan itu? Atau kalau tidak, mungkinkah satu dari keluarga saya pahlawan itu? Kalau tidak, mungkinkah satu di antara anak-anak saya kelak? Atau seseorang dari kampung saya? Atau seseorang di tanah air ini? Ah, sesungguhnya saya teramat ingin, sayalah pahlawan itu. Atau paling tidak anak-anak sayalah pahlawan itu.
Semakin asyik saya berpikir tentang pahlawan. Lalu saya sering membandingkan, ketika seusiaku, para pahlawan sudah berbuat apa? Misalnya, ketika seusiaku (bahkan lebih muda dariku) seorang Imam Syahid Hasan Al-Banna sudah mengasas organisasi Islam terbesar abad ini, Ikhwanul Muslimin. Lalu bagaimana dengan saya? Terlalu jauh, lalu saya ingat Jendral Sudirman di usia begitu muda dia sudah diangkat menjadi jendral, tokoh yg sangat disegani kawan maupun lawan.
Saya juga sering mencari-cari, adakah kebiasaan yang saat ini saya miliki yang akan menjadi benih dari karya-karya besar kepahlawanan? Mengingat apa yang pernah dikatakan Aristoteles bahwa keunggulan itu bukan suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan. Sayangnya, saya hampir tidak menemukannya.
Walau demikian, saya bersyukur karena saya punya orang-orang seperti Dr. Thariq Suaidan dan Anis Matta yang telah menanamkan benih-benih kepahlawanan dalam benak saya. Mungkin saat ini nilai-nilai kepahlawanan itu baru sekedar mimpi dan lintasan pikiran yang menari-nari di benak. Tetapi, seiring dengan waktu, saya yakin persepsi itu akan mengkristal, dan pada momentumnya yang tepat akan menjadi kekuatan besar yang melahirkan karya besar kepahlawanan. Insya Allah.
Sekali lagi, kalau bukan oleh saya, mungkin satu dari anggota keluarga saya. Atau satu dari anak-anak saya kelak. Atau paling tidak satu dari kampung saya. Yang pasti pahlawan itu akan lahir dari orang-orang yang dalam benaknya sudah tertanam benih-benih kepahlawanan. Kehadiran mereka akan menjawab kekhawatiran sejarah yang, kata Anis Matta, sedang mengalami kemandulan dalam melahirkan pahlawan. Insya Allah.
Akhirnya saya teringat pada sebuah pesan dalam pepatah Arab:
"Serupailah orang-orang terhormat, jika kalian tidak bisa sama persis seperti mereka. Karena menyerupai orang-orang terhormat itu adalah kemenangan".
Dikutip dari: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1011832
Saya tidak melihat lukisan yang dipamerkan di sebuah festival di Kuwait itu, tapi kira-kira seperti itulah Dr. Thariq Suaidan menggambarkan lukisan itu dalam sebuah acara yang diliput channel Iqra, Saudi Arabia. "Kalaam faarig!" (omong kosong!) Dr. Suaidan menanggapi lukisan yang digambarkannya itu. "Para pahlawan seperti Shalahuddin bukan untuk dinanti, tapi harus dilahirkan," sambungnya.
Saya lalu teringat pada buku Anis Matta, Mencari Pahlawan Indonesia. Semangat buku itu sama dengan semangat tanggapan Dr. Suaidan terhadap lukisan tadi. Bahwa pahlawan itu tidak diturunkan dari langit yang tinggal kita tunggu saja. Lalu saya pun meraba diri, sayakah pahlawan itu? Seketika, kesadaran memberikan gambaran yang sangat jelas tentang begitu banyaknya kekurangan saya, sekaligus gambaran betapa berat dan panjangnya jalan menuju kejayaan. Hingga kemenangan itu semakin sulit dirasionalkan. Semua kondisi sulit ini hampir menjawab pertanyaan saya, bahwa saya bukanlah pahlawan itu. Tapi kata Anis Matta, pahlawan juga manusia biasa. Saya sedikit terhibur.
Jika kehadiran pahlawan itu bukan sesuatu yang cukup dinantikan tapi harus dilahirkan, saya berpikir apa yang bisa diperbuat untuk menghadirkan pahlawan oleh orang-orang biasa seperti saya, seorang karyawan? Atau ibu saya, seorang ibu rumah tangga? Atau adik-kakak saya, yang bukan orang yang memiliki posisi penting?
Kemudian saya kembali bertanya, mungkinkah saya pahlawan itu? Atau kalau tidak, mungkinkah satu dari keluarga saya pahlawan itu? Kalau tidak, mungkinkah satu di antara anak-anak saya kelak? Atau seseorang dari kampung saya? Atau seseorang di tanah air ini? Ah, sesungguhnya saya teramat ingin, sayalah pahlawan itu. Atau paling tidak anak-anak sayalah pahlawan itu.
Semakin asyik saya berpikir tentang pahlawan. Lalu saya sering membandingkan, ketika seusiaku, para pahlawan sudah berbuat apa? Misalnya, ketika seusiaku (bahkan lebih muda dariku) seorang Imam Syahid Hasan Al-Banna sudah mengasas organisasi Islam terbesar abad ini, Ikhwanul Muslimin. Lalu bagaimana dengan saya? Terlalu jauh, lalu saya ingat Jendral Sudirman di usia begitu muda dia sudah diangkat menjadi jendral, tokoh yg sangat disegani kawan maupun lawan.
Saya juga sering mencari-cari, adakah kebiasaan yang saat ini saya miliki yang akan menjadi benih dari karya-karya besar kepahlawanan? Mengingat apa yang pernah dikatakan Aristoteles bahwa keunggulan itu bukan suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan. Sayangnya, saya hampir tidak menemukannya.
Walau demikian, saya bersyukur karena saya punya orang-orang seperti Dr. Thariq Suaidan dan Anis Matta yang telah menanamkan benih-benih kepahlawanan dalam benak saya. Mungkin saat ini nilai-nilai kepahlawanan itu baru sekedar mimpi dan lintasan pikiran yang menari-nari di benak. Tetapi, seiring dengan waktu, saya yakin persepsi itu akan mengkristal, dan pada momentumnya yang tepat akan menjadi kekuatan besar yang melahirkan karya besar kepahlawanan. Insya Allah.
Sekali lagi, kalau bukan oleh saya, mungkin satu dari anggota keluarga saya. Atau satu dari anak-anak saya kelak. Atau paling tidak satu dari kampung saya. Yang pasti pahlawan itu akan lahir dari orang-orang yang dalam benaknya sudah tertanam benih-benih kepahlawanan. Kehadiran mereka akan menjawab kekhawatiran sejarah yang, kata Anis Matta, sedang mengalami kemandulan dalam melahirkan pahlawan. Insya Allah.
Akhirnya saya teringat pada sebuah pesan dalam pepatah Arab:
"Serupailah orang-orang terhormat, jika kalian tidak bisa sama persis seperti mereka. Karena menyerupai orang-orang terhormat itu adalah kemenangan".
Dikutip dari: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1011832
Friday, November 21, 2008
HP untuk koneksi internet yang baik
Bila temen-temen ada rencana untuk koneksi internet melalui HP jadi bisa dibawa
kemana-mana, sebaiknya pake HP apa (CDMA atau GSM) dan kartu apa?(Sedikit promosi juga gpp-lah)
Dari beberapa masukan temen-temen juga saya bisa kasih beberapa alternatif simpulan kayak gini sebagai referensi kalo-kalo ada yang cari masukan:
1. Sebenarnya untuk jaringan internet pake HP lebih baik dengan kartu GSM, karena sekarang sudah banyak layanan yang memberikan jasa internet murah dengan GSM, misalnya indosat3,5g, indosat M2, dan telkomflash dan sebagainya. dan cukup terbilang murah dengan kecepatan akses yang menyaingi telkom speedy. tapi saran saya jika memang ingin menggunakan layanan GSM internet jangan menggunakan HP sebagai modem, karena dapat mengurangi umur HP itu sendiri, lebih cari saja modem GSM yang sudah banyak beredar di pasaran saat ini,
2. Pakai IM2 dengan dengan modem Ericsonn K630i. Hasil nya lumayan bagus dan cukup memuaskan untuk ukuran Hp dengan harga menengah/ngak terlalu mahal (saya beli dulu 1.6 Jt dan udah ada HSDPA nya),
3. Mau nyaman tapi mahal apa murah tapi sering gangguan klo nyaman ya pakai telkomsel tapi kalo murah ya pakai indosat .jika pakai indosat dengan hp terserah apa aja dengan koneksi bermacam2 dari bloetooth ,irda, kabel. kalo CDMA bisa pakai wimode dengan kartu CDMA fren apa esia tinggal pilih apa mau beli modem HSDPA yg support keduanya juga ada.ini pengalaman seorang teman 2 tahun pakai telkomsel 1 tahun pakai IM3 sampai sekarang pakai IM3 dengan HP N73 koneksi kabel.
itu mungkin sedikit masaukan dari saya, klo temen-temen punya masukan berlebih dari yang ada dsni mohon share juga ilmunyanya lewat komen.Thnx
kemana-mana, sebaiknya pake HP apa (CDMA atau GSM) dan kartu apa?(Sedikit promosi juga gpp-lah)
Dari beberapa masukan temen-temen juga saya bisa kasih beberapa alternatif simpulan kayak gini sebagai referensi kalo-kalo ada yang cari masukan:
1. Sebenarnya untuk jaringan internet pake HP lebih baik dengan kartu GSM, karena sekarang sudah banyak layanan yang memberikan jasa internet murah dengan GSM, misalnya indosat3,5g, indosat M2, dan telkomflash dan sebagainya. dan cukup terbilang murah dengan kecepatan akses yang menyaingi telkom speedy. tapi saran saya jika memang ingin menggunakan layanan GSM internet jangan menggunakan HP sebagai modem, karena dapat mengurangi umur HP itu sendiri, lebih cari saja modem GSM yang sudah banyak beredar di pasaran saat ini,
2. Pakai IM2 dengan dengan modem Ericsonn K630i. Hasil nya lumayan bagus dan cukup memuaskan untuk ukuran Hp dengan harga menengah/ngak terlalu mahal (saya beli dulu 1.6 Jt dan udah ada HSDPA nya),
3. Mau nyaman tapi mahal apa murah tapi sering gangguan klo nyaman ya pakai telkomsel tapi kalo murah ya pakai indosat .jika pakai indosat dengan hp terserah apa aja dengan koneksi bermacam2 dari bloetooth ,irda, kabel. kalo CDMA bisa pakai wimode dengan kartu CDMA fren apa esia tinggal pilih apa mau beli modem HSDPA yg support keduanya juga ada.ini pengalaman seorang teman 2 tahun pakai telkomsel 1 tahun pakai IM3 sampai sekarang pakai IM3 dengan HP N73 koneksi kabel.
itu mungkin sedikit masaukan dari saya, klo temen-temen punya masukan berlebih dari yang ada dsni mohon share juga ilmunyanya lewat komen.Thnx
Tips Booting Lambat
Notebook maupun PC terkadang setelah cukup lama kita gunakan, tiba kok jadi lambat
kenapa ya..?
Notebook kita padahal dengan speck yang sebenernya memadai, tapi kok bisa lambat juga ya,.
saya munngkin bisa sedikit kasih masukan buat temen2, tapi kalo ada masukan lagi tambahin aja lewat komen ya, biar saya juga tambah ngerti juga, ntar bisa sekalian update memory diotak ini.
Tips 1:
a. Start Menu>Run
b. Regedit
c. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt imizeFunction
d. Cari "Enable" dibagian kanan regedit
e. Klik "Modify"
f. Pilih "Y to enable"
g. Reboot
Tips 2:
Pakai program seperti Tuneup Utilities atau Registry Mechanic
Tips 3:
Scan ulang komputer anda karena bisa dimungkinkan karena virus iseng
Tips 4:
Defrag ulang komputer kamu mungkin lemari diruang memori kamu berantakan banget
itu mungkin sedikit masaukan dari saya, klo temen-temen punya masukan berlebih dari yang ada dsni mohon share juga ilmunyanya lewat komen.Thnx
kenapa ya..?
Notebook kita padahal dengan speck yang sebenernya memadai, tapi kok bisa lambat juga ya,.
saya munngkin bisa sedikit kasih masukan buat temen2, tapi kalo ada masukan lagi tambahin aja lewat komen ya, biar saya juga tambah ngerti juga, ntar bisa sekalian update memory diotak ini.
Tips 1:
a. Start Menu>Run
b. Regedit
c. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt imizeFunction
d. Cari "Enable" dibagian kanan regedit
e. Klik "Modify"
f. Pilih "Y to enable"
g. Reboot
Tips 2:
Pakai program seperti Tuneup Utilities atau Registry Mechanic
Tips 3:
Scan ulang komputer anda karena bisa dimungkinkan karena virus iseng
Tips 4:
Defrag ulang komputer kamu mungkin lemari diruang memori kamu berantakan banget
itu mungkin sedikit masaukan dari saya, klo temen-temen punya masukan berlebih dari yang ada dsni mohon share juga ilmunyanya lewat komen.Thnx
Sunday, November 9, 2008
Kalo Amrik punya Facebook, MySpace, Google, Yahoo. Indonesia juga punya
Fenomena Facebok memang luar biasa, selain saat ini situs tersebut mencapai posisi teratas ke-5 di dunia (dibawah yahoo, google, youtube, dan live.com - data dari alexa.com) facebook juga menciptakan standar baru dalam hal situs pertemanan. Teknologi yang digunakan Facebook memang jauh diatas pesaingnya. Bahkan MySpace yang lebih dulu tenar daripada facebook kini harus memberi jalan kepada Facebook.
Mark Zuckerberg, 24 tahun, pencipta sekaligus CEO Facebook dinobatkan menjadi pemuda/remaja terkaya yang kekayaannya dicapai berkat usahanya sendiri dan bukan warisan atau "hadiah". Ini membuktikan bahwa Amerika memang memiliki sumber daya otak yang tak terbatas dan selalu beregenerasi kembali.
Australia, dengan friendster yang telah menancapkan kukunya di masyarakat Indonesia pun sepertinya harus waspada. Karena perlahan tapi pasti, pengguna Friendster mulai beralih ke Facebook dengan berbagai alasan. Namun alasan yang paling umum adalah karena Facebook kaya akan aplikasi yang dibagun pihak ke-tiga.
Indonesia, yang memiliki peringkat kepadatan penduduk no.4 dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang hanya bisa menjadi konsumen raksasa-raksasa internet tersebut. Sungguh hal yang sangat disayangkan mengingat Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan sangat potensial namun belum mampu dimanfaatkan sepenuhnya oleh praktisi teknologi informasi yang ada saat ini. Tak heran, seandainya di bidang IT ada neraca perdagangan (atau lebih tepatnya neraca lalu lintas internet) Indonesia menghasilkan MINUS BESAR!
Sekian banyak iklan-iklan di situs tersebut yang di klik oleh pengguna dari Indonesia yang pendapatan atau keuntungan dari pemasangan iklan itu dinikmati bukan oleh penduduk Indonesia. Lapangan pekerjaan yang diciptakan oleh penguasa internet itu tidak terasa efeknya di lingkungan penyumbang pendapatan mereka. Sungguh sangat ironis menurut saya.
Namun, ada beberapa hal yang menurut saya cukup menggembirakan yang mungkin Anda belum mengetahuinya. Secara gerilya karena keterbatasan sumber daya, sebenarnya banyak programmer-programmer muda Indonesia yang mulai menciptakan berbagai inovasi di belantara internet. Para gerilyawan-gerilyawan muda ini berusaha berperang melawan dominasi negara-negara barat dengan menciptakan situs-situs yang tidak kalah bagusnya dengan yang sudah ada. Sayangnya, hanya sedikit dari kita yang mengetahui keberadaan mereka. Padahal mereka berjuang dengan gigih mengatasnamakan bangsa kita sendiri.
Bayangkan, apabila mereka bisa sukses katakanlah 10% dari yang dicapai oleh raksasa tersebut. Sudah pasti akan ada banyak lapangan pekerjaan baru yang dibuka, pengurangan angka kemiskinan, roda ekonomi yang berputar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sebagai contoh, nilai aset Facebook saat ini adalah 4 milyar dolar AS. Hasil ini dihitung secara kasar berdasarkan kepemilikan Facebook sebesar 5% yang dibeli Microsoft senilai kurang lebih 200 juta dolar AS. Maka, kalau ada dari mereka para programmer sekaligus gerilyawan internet yang bisa mencapai 10% nya saja berarti mereka bisa menghasilkan aset sebesar 400 juta dolar AS atau agar lebih mudah membayangkannya bila dirupiahkan adalah sebesar Rp 4.000.000.000.000 (empat trilyun rupiah). Sebuah angka yang luar biasa dan bayangkan kontribusi terhadap roda ekonomi negara apabila uang sebesar itu berada di Indonesia. Dan itu hanyalah sebesar 10% nya saja.
Nah, kalau diselidiki lebih lanjut kenapa mereka tidak bisa sesukses seperti saudaranya yang berkulit putih dari belahan dunia barat tersebut adalah karena kurangnya dukungan dari saudara senegaranya sendiri. Oleh karena itu, kenapa kita tidak memberikan dukungan kepada mereka agar mereka memiliki kesempatan menjadi besar dan mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut? Padahal untuk mendukung mereka Anda tidak diwajibkan membayar sepeser pun. Cukup daftar (pada umumnya gratis), mempromosikan website mereka kepada teman-teman (paling keluar biaya SMS, atau bisa gratis dengan email), dan memberikan kritik dan saran yang membangun kepada mereka agar mereka mendapatkan masukan sekaligus kepercayaan diri untuk terus melanjutkan perjuangannya.
Bersama tulisan ini, saya ingin menghimbau rekan-rekan semua untuk berpartisipasi memberikan dukungan kepada pejuang-pejuang kemerdekaan di era informasi ini. Partisipasi yang saya harapkan melalui kaskus ini tidaklah berupa sumbangan dana atau demonstrasi di depan gedung MPR/DPR RI. Rekan-rekan cukup menghimbau atau menyampaikan informasi ini ke teman2nya agar tercipta suatu aliran informasi yang kontinyu untuk mengkomunikasikan betapa pentingnya mendukung produk dalam negeri (teori word of mouth/mulut ke mulut). Tunjukkan Anda peduli dengan nasib bangsa, tunjukkan bahwa Anda juga ingin menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang tidak hanya dipandang sebagai konsumen, tapi juga produsen. Dukungan rekan-rekan semua akan sangat saya hargai.
Berikut ini beberapa website karya lokal yang patut diperhitungkan dan diberikan dukungan.
1. DIGLI.com (www.digli.com) - Situs pertemanan indonesia
2. Kaskus.com (www.kaskus.com) - Komunitas terbesar di indonesia
3. CHIP Classifieds (www.chip.co.id) - Bursa produk IT terbesar di Indonesia
4. GwBanget.com (www.gwbanget.com) - Situs adu narsis Indonesia
5. MyIndonesia.co.nr (www.myindonesia.co.nr) - Situs blog yang selalu optimis dengan kemajuan bangsa indonesia
6. Indowebster.com (www.indowebster.com) -
7. Ligagame.com (www.ligagame.com) - Portal game Indonesia
8. Rumah123.com (www.rumah123.com) - portal properti indonesia
9. Lautan Indonesia (www.lautanindonesia.com) - situs portal dan forum indonesia
10. Gudanglagu.com (www.gudanglagu.com) - situs donlot lagu
11. Bergaul.com (www.bergaul.com) - situs tempat mencari teman atau situs pertemanan
12. Games.co.id (www.games.co.id) - situs untuk bermain game online
dan masih banyak lagi, belum sempat tulis semuanya karena bikin tulisan ini pun mendadak.
Bagi Anda yang ingin menyumbang link website buatan dalam negeri yang patut diberi dukungan oleh kita, silahkan posting disini. Gue sangat berharap thread ini dipenuhi informasi situs2 yang belum muncul ke permukaan dan bukan junk atau posting yang tidak berkaitan. Mari kita bahu membahu mendukung situs buatan dalam negeri.
MAJU NEGERIKU! MAJU INDONESIA!
Dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1180929
Mark Zuckerberg, 24 tahun, pencipta sekaligus CEO Facebook dinobatkan menjadi pemuda/remaja terkaya yang kekayaannya dicapai berkat usahanya sendiri dan bukan warisan atau "hadiah". Ini membuktikan bahwa Amerika memang memiliki sumber daya otak yang tak terbatas dan selalu beregenerasi kembali.
Australia, dengan friendster yang telah menancapkan kukunya di masyarakat Indonesia pun sepertinya harus waspada. Karena perlahan tapi pasti, pengguna Friendster mulai beralih ke Facebook dengan berbagai alasan. Namun alasan yang paling umum adalah karena Facebook kaya akan aplikasi yang dibagun pihak ke-tiga.
Indonesia, yang memiliki peringkat kepadatan penduduk no.4 dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang hanya bisa menjadi konsumen raksasa-raksasa internet tersebut. Sungguh hal yang sangat disayangkan mengingat Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan sangat potensial namun belum mampu dimanfaatkan sepenuhnya oleh praktisi teknologi informasi yang ada saat ini. Tak heran, seandainya di bidang IT ada neraca perdagangan (atau lebih tepatnya neraca lalu lintas internet) Indonesia menghasilkan MINUS BESAR!
Sekian banyak iklan-iklan di situs tersebut yang di klik oleh pengguna dari Indonesia yang pendapatan atau keuntungan dari pemasangan iklan itu dinikmati bukan oleh penduduk Indonesia. Lapangan pekerjaan yang diciptakan oleh penguasa internet itu tidak terasa efeknya di lingkungan penyumbang pendapatan mereka. Sungguh sangat ironis menurut saya.
Namun, ada beberapa hal yang menurut saya cukup menggembirakan yang mungkin Anda belum mengetahuinya. Secara gerilya karena keterbatasan sumber daya, sebenarnya banyak programmer-programmer muda Indonesia yang mulai menciptakan berbagai inovasi di belantara internet. Para gerilyawan-gerilyawan muda ini berusaha berperang melawan dominasi negara-negara barat dengan menciptakan situs-situs yang tidak kalah bagusnya dengan yang sudah ada. Sayangnya, hanya sedikit dari kita yang mengetahui keberadaan mereka. Padahal mereka berjuang dengan gigih mengatasnamakan bangsa kita sendiri.
Bayangkan, apabila mereka bisa sukses katakanlah 10% dari yang dicapai oleh raksasa tersebut. Sudah pasti akan ada banyak lapangan pekerjaan baru yang dibuka, pengurangan angka kemiskinan, roda ekonomi yang berputar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sebagai contoh, nilai aset Facebook saat ini adalah 4 milyar dolar AS. Hasil ini dihitung secara kasar berdasarkan kepemilikan Facebook sebesar 5% yang dibeli Microsoft senilai kurang lebih 200 juta dolar AS. Maka, kalau ada dari mereka para programmer sekaligus gerilyawan internet yang bisa mencapai 10% nya saja berarti mereka bisa menghasilkan aset sebesar 400 juta dolar AS atau agar lebih mudah membayangkannya bila dirupiahkan adalah sebesar Rp 4.000.000.000.000 (empat trilyun rupiah). Sebuah angka yang luar biasa dan bayangkan kontribusi terhadap roda ekonomi negara apabila uang sebesar itu berada di Indonesia. Dan itu hanyalah sebesar 10% nya saja.
Nah, kalau diselidiki lebih lanjut kenapa mereka tidak bisa sesukses seperti saudaranya yang berkulit putih dari belahan dunia barat tersebut adalah karena kurangnya dukungan dari saudara senegaranya sendiri. Oleh karena itu, kenapa kita tidak memberikan dukungan kepada mereka agar mereka memiliki kesempatan menjadi besar dan mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut? Padahal untuk mendukung mereka Anda tidak diwajibkan membayar sepeser pun. Cukup daftar (pada umumnya gratis), mempromosikan website mereka kepada teman-teman (paling keluar biaya SMS, atau bisa gratis dengan email), dan memberikan kritik dan saran yang membangun kepada mereka agar mereka mendapatkan masukan sekaligus kepercayaan diri untuk terus melanjutkan perjuangannya.
Bersama tulisan ini, saya ingin menghimbau rekan-rekan semua untuk berpartisipasi memberikan dukungan kepada pejuang-pejuang kemerdekaan di era informasi ini. Partisipasi yang saya harapkan melalui kaskus ini tidaklah berupa sumbangan dana atau demonstrasi di depan gedung MPR/DPR RI. Rekan-rekan cukup menghimbau atau menyampaikan informasi ini ke teman2nya agar tercipta suatu aliran informasi yang kontinyu untuk mengkomunikasikan betapa pentingnya mendukung produk dalam negeri (teori word of mouth/mulut ke mulut). Tunjukkan Anda peduli dengan nasib bangsa, tunjukkan bahwa Anda juga ingin menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang tidak hanya dipandang sebagai konsumen, tapi juga produsen. Dukungan rekan-rekan semua akan sangat saya hargai.
Berikut ini beberapa website karya lokal yang patut diperhitungkan dan diberikan dukungan.
1. DIGLI.com (www.digli.com) - Situs pertemanan indonesia
2. Kaskus.com (www.kaskus.com) - Komunitas terbesar di indonesia
3. CHIP Classifieds (www.chip.co.id) - Bursa produk IT terbesar di Indonesia
4. GwBanget.com (www.gwbanget.com) - Situs adu narsis Indonesia
5. MyIndonesia.co.nr (www.myindonesia.co.nr) - Situs blog yang selalu optimis dengan kemajuan bangsa indonesia
6. Indowebster.com (www.indowebster.com) -
7. Ligagame.com (www.ligagame.com) - Portal game Indonesia
8. Rumah123.com (www.rumah123.com) - portal properti indonesia
9. Lautan Indonesia (www.lautanindonesia.com) - situs portal dan forum indonesia
10. Gudanglagu.com (www.gudanglagu.com) - situs donlot lagu
11. Bergaul.com (www.bergaul.com) - situs tempat mencari teman atau situs pertemanan
12. Games.co.id (www.games.co.id) - situs untuk bermain game online
dan masih banyak lagi, belum sempat tulis semuanya karena bikin tulisan ini pun mendadak.
Bagi Anda yang ingin menyumbang link website buatan dalam negeri yang patut diberi dukungan oleh kita, silahkan posting disini. Gue sangat berharap thread ini dipenuhi informasi situs2 yang belum muncul ke permukaan dan bukan junk atau posting yang tidak berkaitan. Mari kita bahu membahu mendukung situs buatan dalam negeri.
MAJU NEGERIKU! MAJU INDONESIA!
Dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1180929
Monday, November 3, 2008
Lyrics of "Afterlife - Avenged Sevenfold"
Like walking into a dream, so unlike what you've seen
so unsure but it seems, ’cause we’ve been waiting for you
Fallen into this place, just giving you a small taste
of your afterlife here so stay, you'll be back here soon anyway
I see a distant light, but girl this can't be right
Such a surreal place to see so how did this come to be
Arrived too early
And when I think of all the places I just don't belong
I've come to grips with life and realize this is going too far
I don't belong here, we gotta move on dear escape from this afterlife
’Cause this time I'm right to move on and on, far away from here
A place of hope and no pain, perfect skies with no rain
Can leave this place but refrain, ’cause we've been waiting for you
Fallen into this place, just giving you a small taste
of your afterlife here so stay, you'll be back here soon anyway
This peace on earth's not right (with my back against the wall)
No pain or sign of time (I’m much too young to fall)
So out of place don't wanna stay, I feel wrong and that's my sign
I've made up my mind
Gave me your hand but realize I just wanna say goodbye
Please understand I have to leave and carry on my own life
I don't belong here, I gotta move on dear escape from this afterlife
’Cause this time I'm right to move on and on, far away from here
Got nothing against you and surely I'll miss you
This place full of peace and light, and I’d hope you might
take me back inside when the time is right
Loved ones back home all crying ’cause they're already missing me
I pray by the grace of God that there's somebody listening
Give me a chance to be that person I wanna be
(I am unbroken; I’m choking on this ecstasy)
Oh Lord I'll try so hard but you gotta let go of me
(Unbreak me, unchain me, I need another chance to live)
I don't belong here, I gotta move on dear escape from this afterlife
’Cause this time I'm right to move on and on, far away from here
Got nothing against you and surely I'll miss you
This place full of peace and light, and I’d hope you might
take me back inside when the time is right
Picked From : http://www.mp3lyrics.org/a/avenged-sevenfold/afterlife/
Lyrics of "Living in the World Without you - The Rasmus"
It's hard to believe that it came to this
You paralyzed my body with the poisoned kiss
For 40 days and nights I was chained to your bed
You thought that was the end of the story
Something inside me called freedom came alive
Living in a world without you
You told me, my darling
Without me, you're nothing
You taught me to look in your eyes
And fed me your sweet lies
Suddenly someone was there in the window
Looking outside at the sky that had never been blue
Ah, there's a world without you
I see the light
Living in a world without you
Ah, there is hope to guide me
I will survive
Living in a world without you
It's hard to believe that it came to this
You paralyzed my body with the poisoned kiss
For 40 days and nights I was chained to your bed
You thought that was the end of the story
Something inside me called freedom came alive
Living in a world without you
You put me together
Then trashed me for pleasure
You used me again and again
Abused me, confused me
Suddenly naked I run through your garden
Right through the gates of the past and I'm finally free
Ah, there's a world without you
I see the light
Living in a world without you
Ah, there is hope to guide me
I will survive
Living in a world without you
It's hard to believe that it came to this
You paralyzed my body with the poisoned kiss
For 40 days and nights I was chained to your bed
You thought that was the end of the story
Something inside me called freedom came alive
Living in a world without you
It's hard to believe that it came to this
You paralyzed my body with the poisoned kiss
For 40 days and nights I was chained to your bed
You thought that was the end of the story
Something inside me called freedom came alive
Living in a world without you
Ah, there's a world without you
I see the light
Living in a world without you
Ah, there is hope to guide me
I will survive
Living in a world without you
Living in a world without you
Living in a world without you
Living in a world without you
Living in a world without you
Picked From : http://www.mp3lyrics.org/t/the-rasmus/living/
Subscribe to:
Posts (Atom)